Oblivious Transfer
Semakin bingung membaca artikel yang saya tulis? Yah betul, itu komentar sebagian besar rekan-rekan saya yang bukan orang kripto. Memang benar apa yang saya tulis sebagian besar adalah istilah yang dalam dunia yang sedang saya pelajari yakni kriptografi. Di dunia inilah saya InsyaAllah akan mengabdikan hidup saya demi nusa dan bangsa saya Indonesia tercinta.
Berikut adalah tulisan saya lagi mengenai istilah “lagi” dalam kriptografi yakni Oblivious Transfer. Ada suatu cerita yang melatarbelakangi adanya Oblivious Transfer. Sebelum saya menjelaskan tentang Oblivious Transfer, perkenankanlah saya bercerita dahulu. Ada dua orang yang namanya Bob dan Alice. Mereka berdua adalah seorang teman yang akrab tetapi tidak saling mempercayai. Bob Tahu suatu bilangan dengan panjang bit 500 bit dia juga tahu bahwa bilangan itu merupakan hasil perkalian dari lima bilangan lain yang masing-masing panjangnya 100 bit atau lebih. Tetapi Bob tidak mengetahui nilai 100 bit bilangan itu.
Pada saat itu temanya Alice datang dan menyatakan bahwa ia tahu faktor n yang panjangnya 100 bit. Alice yang mata duitan tidak mau dengan begitu saja memberitahu Bob. Alice mengharapkan informasi yang dia berikan ke Bob mandapatkan imbalan yaitu satu Dollar tiap bitnya. Bayaran yang diharapkan Alice yaitu 100 Dollar.
Bob karena saking penasarannya setuju dengan tawaran yang diberikan oleh Alice, sayangnya dia hanya memiliki 50 Dollar. Karena Alice tidak mau memberkan potongan, maupun tidak mauu Bob berhutnag ,maka ia hanya memberikan setengah pengetahuan yag ia miliki yakni 50 bit.
Bob merasa janggal. Ia tidak yakin potongan yang diberikan kepadanya adalah potongan yang benar karena mereka berdua sama-sama tidak saling percaya. Bob meminta Alice memverifikasi kebenaran bilangan itu, padahal kalau harus melakukan verifikasi maka akan membutuhkan nilai 100 bit.
Dalam permasalahan antara Alice dan Bob ini, Joe Kilian adalah seorang peneliti yang ingin mendamaikan keduanya dengan mencptakan protocol yang mampu mengatasi masalah mereka yang bisa membuat hubungan antara Alice dan Bob lancar. Joe menamakan konsep yang ia buat dengan nama Oblivious Transfer. Solusi yang diberikan adalah dengan cara Alice mengirimkan himpunan pesan ke Bob. Bob hanya menerima subset pesan dari Alice tetapi Alice tdak tahu pesan maan yang diteria Bob. Setelah Bob menerima setengah dari bit secara acak, Alice meyakinkannya bahwa bit-bit yang dikirimkannya adalah setengah dari faktor n.
Gambar skema oblivious transfer dapat dilihat pada gambar 1 di bawah.
Gambar 1. Oblivious Transfer
Pesan 100 bit dibagi menjadi dua. Tetapi pesan yang akan bisa dibaca oleh Bob hanya satu. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :
- Alice membangkitkan dua pasang kunci publik dan kunci privat. Jumlah semuanya yakni 4 kunci. Hanya dua kunci publik yang dikirim ke Bob karena kunci privatnya untuk dirinya sendiri.
- Bob memilih satu kunci simetri dan menggunakan salah satu kunci yang dikirimkan oleh Alice untuk mengenkripsi pesan itu. Lalu Bob mengirim pesan terenkripsi itu ke Alice.
- Alice menerima pesan itu lalu ia melakukan dua perlakuan untuk pesan itu. Yang pertama ia akan mendekripsi dengan menggunakan kunci privatnya yang pertama, dan yang kedua dia akan mendekripsinya dengan kunci privatnya yang kedua dengan tujuan akan mendapatkan kunci simetri yang dipilih oleh Bob. Setelah itu, masing-masing kunci yang sudah didekripsi akan digunakan untuk mengenkripsi setengah pesan dan setengah pesan yang lain.
- Setelah mendapatkan dua pesan yang berbeda, maka Bob akan mendekripsi dengan menggunakan kunci simetri yang ia miliki. Nah, dari hasil ini, maka ia akan hanya mendekripsi setengah pesan yang benar, dan Bob tidak akan bisa mendapatkan setengah pesan yang lain.
- Setelah kemungkinan seluruh pesan diketahui, maka agar menghindari kecurangan yang dilakukan oleh Alice, maka Alice harus menyataka kunci privatnya kepada Bob.
Dengan protokol ini, maka oblivious transfer akan menjamin pengiriman seluruh informas rahasia informasi rahasia ke pihak tertentu, yang nantinya pihak lain hanya akan memperoleh setengah bagian saja tanpa tahu isi bagian yang lain. Selain itu, oblivious signature menjamin pihak pengirim tidak tahu pesan bagian mana yang diterima penerima. Protokol ini akan memberikan keadilan sesuai dengan masalah yang dikemukakan di atas.



